Thursday, July 15, 2010

BUDIDAYA BUNCIS

Budidaya Buncis

1. Sejarah Singkat
Kacang buncis (Phaseolus vulgaris .L.) berasal dari Amerika, sedangkan kacang buncis tipe tegak (kidney-bean) atau kacang jago adalah tanaman asli lembah Tahuaacan-Meksiko. Penyebarluasan tanaman buncis dari Amerika ke Eropa dilakukan sejak abad 16. Daerah pusat penyebaran dimulai di Inggris (1594), menyebar ke negara-negara Eropa, Afrika, sampai ke Indonesia.
Pembudidayaan tanaman buncis di Indonesia telah meluas. Tahun 1961-1967 luas areal penanaman buncis di Indonesia sekitar 3.200 hektar, tahun 1969-1970 seluas 20.000 hektar dan tahun 1991 mencapai 79.254 hektar dengan produksi 168.829 ton. Daerah yang sejak lama menjadi sentra pertanaman buncis antara lain Kotabatu (Bogor), Pengalengan dan Lembang (Bandung) dan Cipanas (Cianjur).

2. Taksonomi Tanaman
- Kingdom : Plantae (tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
- Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
- Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub-kelas : Rosidae
- Ordo : Fabales
- Familia : Fabaceae (suku polong-polongan)
- Genus : Phaseolus
- Spesies : Phaseolus radiatus L.

3. Manfaat Tanaman
- Buncis merupakan sumber protein nabati yang sangat penting dan banyak mengandung
vitamin A, vitamin B, dan C,
- Khasiat buncis adalah mampu melancarkan sistem pencernaan,
- Mencegah konstipasi,
- Menstimulasi sistem kekebalan tubuh secara alami,
- Menetralkan gula darah,
- Mengobati tukak lambung,
- Mencegah kanker usus besar dan mampu memperkecil resiko terkena kanker ganas.


4. Syarat Tumbuh

Iklim
- Tanah yang cocok bagi tanaman buncis adalah iklim basah sampai kering dengan ketinggian
yang bervariasi.
- Tanaman buncis tidak membutuhkan curah hujan yang khusus, hanya ditanam di daerah
dengan curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun.
- Umumnya tanaman buncis memerlukan cahaya matahari yang banyak (sekitar 400-800
feetcandles) dan tanaman buncis tidak memerlukan naungan.
- Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buncis adalah 20-25˚C. Pada suhu < style="font-weight: bold;">Media Tanam
- Jenis tanah yang cocok untuk tanaman buncis adalah andosol dan regosol karena mempunyai
drainase yang baik
- Sifat-sifat tanah yang baik untuk buncis: gembur, remah, subur dan keasaman (pH) 5,5-6.
Sedangkan yang ditanam pada tanah pH < style="font-weight: bold;">Ketinggian Tempat
- Tanaman buncis tumbuh baik di dataran tinggi, pada ketinggian 300-600 m dpl.
- Yang paling baik untuk bertanam kacang buncis adalah Daerah dengan ketinggian > 1.000 m
dpl adalah..
- Beberapa varietas buncis tipe tegak seperti Monel, Richgreen, Spurt, FLO, Strike dan Farmers
Early dapat ditanam di dataran rendah pada ketinggian antara 200-300 m dpl.


5. Budidaya Buncis
Pembibitan
- Benih yang digunakan harus benar-benar benih yang baik (berasal dari pohon induk yang baik,
mempunyai daya tumbuh minimal 80-85%, bentuknya utuh, bernas, warna mengkilat, tidak
bernoda coklat terutama pada mata bijinya, bebas dari hama dan penyakit, seragam, tidak
tercampur dengan varietas lain, serta bersih dari kotoran).
- Tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam yang
sudah disiapkan.

Pengolahan Media Tanam
- Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul / dibajak hingga tanah menjadi gembur.
- Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm,
panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50
cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha
dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm
- Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan
dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000
m2(10 botol/ha).

Teknik Penanaman
- Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan
jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.
- Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja
sepanjang musim asal air tanahnya memadai
- Benih direndam POC NASA dosis 2 tutup/liter selama 0,5 jam lalu tiriskan
- Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan
abu dapur

Penyulaman Sejak benih buncis ditanam, maka 3-5 hari kemudian sudah tumbuh ke permukaan tanah. Benih yang tidak tumbuh segera diganti (disulam) dengan benih yang baru. Penyulaman ini jangan melebihi umur 15 hari setelah tanam, karena akan menyulitkan pemeliharaan tanaman selanjutnya. Penyulaman tanaman buncis hampir sama dengan tanaman kacang panjang. Penyulaman dilakukan apabila yang perlu disulam sekitar 10-25 %. Namun apabila sudah mencapai 40-50 % maka tanaman perlu diganti seluruhnya.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

Pengguludan
Pengguludan adalah membuat tanaman itu sedikit ditinggikan dari tanah dasarnya. Peninggian guludan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur kurang lebih 20 dan 40 hari yana sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan. Tujuan dari pengguludan adalah utnuk memperbanyak akar, menguatkan tumbuhnya, dan memelihara struktur tanah.

Pemasangan Ajir Pelaksanaan pemasangan turus dapat dilakukan bersamaan dengan peninggian guludan yang pertama. Untuk tanaman buncis yang merupakan tipe tanaman merambat maka perlu diberikan turus atau rambatan supaya pertumbuhan lebih baik. Biasanya turus atau lanjaran dibuat dari bambu dengan ukuran panjang 2 m dan lebar 4 cm. Turus tersebut ditancapkan di dekat tanaman. Setiap dua batang turus yang berhadapan diikat menjadi satu pada bagian ujungnya, sehingga akan tampak lebih kokoh.

Pemangkasan / Perempelan Pemangkasan dimaksudkan untuk memperbanyak ranting sehingga akan diperoleh buah yang banyak. Pemangkasan dilakukan bila tanaman berumur 2 minggu dan 5 minggu. Pemangkasan jug dimaksudkan utuk mengurangi kelembaban di dalam tanaman sehingga dapat menghambat perkembangan hama penyakit. Dan pucuk-pucuk tanaman yang baru dipangkas juga dapat digunakan sebagai sayuran.

Pemupukan Dosis pupuk makro sebagai berikut:
Waktu Urea (kg) SP – 36 ( kg ) KCl ( kg)
Dasar 50 75 25
Umur 45 hari 50 25 75
Total 100 100 100

Pengairan Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan
Rutin tiap hari.Pengairan berikutnya tergantung musim. Yang perlu diperhatikan mengenai pengairan pada tanaman :
- Air yang digunakan untuk penyiraman sebaiknya tidak mengandung bahan-bahan busuk yang
dapat mengakibatkan kekurangan zat asam di dalam tanah yang sangat merugikan bagi
tanaman.
- Penyiraman sebaiknya dilakukan tidak dengan sembarangan karena hal ini dapat memadatkan
tanah.
- Penyiraman sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, artinya mengenai semua bagian
tanaman.
- Alat penyiram yang digunakan sebaiknya menggunakan alat khusus misalnya gembor, dimana
mulutnya bisa diganti dengan lubang yang halus, sedang, dan kasar. Gembor bermulut halus
untuk menyiram tanaman yang masih kecil atau baru tumbuh sedangkan gembor bermulut
sedang atau besar digunakan untuk menyiram tanaman yang sudah cukup dewasa.

6. Hama dan Penyakit Tanaman
Hama
- Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan PESTONA.

- Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan dan penyemprotan Natural BVR
- Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong. Pengendalian: dengan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman serempak, Semprot Natural VITURA

- Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%. Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.

- Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman. Disemprot dengan PESTONA

Penyakit - Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).
Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun. Pengendalian: gunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.

- Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaic.

- Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati dan gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

- Penyakit antraknosa
Penyebab: cendawan Colletotrichum lindemuthianum, termasuk dalam famili Melanconiaccae.. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna coklat karat pada polong buncis muda, bercak hitam atau coklat tua di bagian batang tanaman tua.
Pengendalian: memakai benih yang benar-benar bebas dari penyakit,pergiliran tanaman, maksudnya untuk memotong siklus hidup cendawan tersebut. Pergiliran tersebut dapat dengan tanaman lobak, wortel atau kol bunga, penyemprotan pestisida organik.

- Penyakit embun tepung
Penyebab: cendawan Erysiphe polygoni, yang termasuk dalam famili Erysiphaceae. Gejala: daun, batang, bunga dan buah berwarna putih keabuan (seperti beludru). Pengendalian: bagian-bagian yang sudah terserang sebaiknya dipotong atau dibakar,dapat juga disemprot dengan pstisida organik. Atau dapat juga dilakukan penghembusasn dengan tepung belerang.

7. Panen
Pemanenan dapat dilakukan saat tanaman berumur 2 bulan dan polong
Ciri-cirinya yaitu:
- Warna polong agak muda dan suram.
- Permukaan kulitnya agak kasar.
- Biji dalam polong belum menonjol.
- Bila polong dipatahkan akan menimbulkan bunyi letup.

Pelaksanaan panennya dapat dilakukan secara bertahap, yaitu setiap 2-3 hari sekali. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh polonh yang seragam dalam tingkat kemasakkannya.
Pemetikan dihentikan pada saat tanaman berumur lebih dari 80 hari, atau kira-kira sejumlah 7 kali panen.Bila dalam pelaksanaan budidaya tanaman buncis sudah baik, artinya sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas maka produksi perhektar dapat mencapai 150 kuintal polong segar.

8. Pasca Panen
- Sortasi (kegiatan-kegiatan membuang atau memisahkan hasil berdasarkan kualitas dan
mengadakan klarifikasinya). Proses sortasi ini biasanya dilakukan ditempat-tempat
pengumpulan yang diletakkan tidak jauh dari lahan pertanian.
- Penyimpanan sebelum buncis dipasarkan. Mengingat sifat buncis tidak tahan lama tersebut
maka diperlukan penyimpanan khusus bila buncis tidak langsung dikonsumsi. Cara
penyimpanan yang biasa dilakukan adalah sistem refrigarasi (pendinginan), dengan suhu 0-4,4
derajat C dan kelembaban 85-90%. Pada keadaan yang demikian, maka umur kesegaran
buncis bisa mencapai 2-4 minggu.
- Pengepakkan buncis dilakukan dengan menggunakan karung goni. Untuk pengiriman jarak
jauh ke luar negri lebih baik menggunakan peti kayu, ukuran dan bentuknya sebaiknya
seragam supaya kelihatan rapi. Hal yang harus diperhatikan dalam membuat alat mengepak
yaitu harus mempunyai lubang angin untuk memungkinkan pergantian udara di dalam
pengepak dan mudah diangkut oleh satu orang.
- Setelah dilakukan pengepakan, maka jangan lupa menuliskan nama pengusaha, nama komoditi,
serta keterangan lain yang dibutuhkan pada alat pengepak. Dengan pengepakan yang baik,
banyak keuntungan yang diperoleh, antara lain dalam pengangkutan, komoditi akan terlindung
dari kerusakan fisik, mudah dalam penghitungannya dan mudah dalam penyusunan baik di
dalam alat pengangkut maupun di dalam gudang penyimpanan.

Read More..

Wednesday, July 14, 2010

BUDIDAYA MENTIMUN

Budidaya Mentimun

1. Sejarah Singkat
Tanaman mentimun berasal dari cina bagian tengah dan barat menurut identifikasi Vavilov, kemudian di India tmur laut dan Myanmar. Timun dapat tumbuh baik didataran rendah maupun dataran tinggi, oleh karena itu didataran rendah orang masih bnyak bertanam timun, misalnya di Dramaga, dan ciomas (Bogor). Luas penanaman timun di Indonesia berkisar 13.500-17.500 ha.

2. Taksonomi Tanaman
- Kingdom : Plantae (tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
- Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
- Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub-kelas : Dilleniidae
- Ordo : Violales
- Familia : Cucurbitaceae (suku labu-labuan)
- Genus : Cucumis
- Spesies : Cucumis sativus L.

3. Manfaat Tanaman
- Buahnya segar jika dimakan mentah sebagai lalab,
- Banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.
- Sebagai obat sariawan,
- Perawatan kulit, dan wajah,
- Memperlancar air seni
- Menurunkan darah tinggi,
- Obat Jerawat dan juga obat demam.

4. Syarat Tumbuh
- Iklim
Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur (21,1 - 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 - 1.200 mdpl.
- Media Tanam
Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah 6-7.

5. Budidaya Tanaman
Pembibitan
- Siapkan Natural GLIO dan campurkan dengan pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu.
- Siapkan tanah halus dan pukan dapat diganti SUPERNASA / POC NASA yang telah dicampur
Natural GLIO (tanah : pukan = 7:3) dan masukkan polybag.
- Rendam benih dalam larutan POC NASA dan air hangat (2cc/l) selama 30 menit.
- Peram selama 12 jam. Setiap benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1
cm.
- Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari.
- Semprotkan POC NASA (2cc/l air) pada 7 hss.
- Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.

Pengolahan Media Tanam
- Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan.b. Berikan kalsit/dolomit
(pH tanah <6>3.3. Penanaman
- Siram bibit dalam polibag dengan air
- Keluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
- Tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar batang.
Pemeliharaan Tanaman
- Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
- Bersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
- Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
- Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
- Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau
menggenangi lahan selama 15-30 menit. -Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.

Pemupukan
6. Hama Penyakit Tanaman
- Hama
a. Oteng-oteng atau Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver).
Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan
aging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian :
atural BVR atau PESTONA.

b. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang
anaman dipotong disekitar leher akar.

c. Lalat buah (Dacus cucurbitae Coq.)
Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Pengendalian : Natural METILAT.

d. Kutu daun (Aphis gossypii Clover)
Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam.
ejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini
uga penyebar virus. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA

- Penyakit
a. Busuk daun (Downy mildew)
Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban
udara tinggi, temperatur 16 - 22°C dan berembun atau berkabut. Gejala : daun berbercak kuning
dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

b. Penyakit tepung (Powdery mildew )
Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

c. Antraknose
Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
d. Bercak daun bersudut
Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
e. Virus
Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Natural BVR atau PESTONA, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.
f. Kudis (Scab)
Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

g. Busuk buah
Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 - 7 derajat C. Dan pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

7. Panen
- Ciri dan Umur Panen
Buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang.
- Cara Panen
Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
- Periode Panen
Mentimun sayur dipanen 5 - 10 hari sekali tergantung dari varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.
8. Pasca Panen
- Buah timun yang siap panen disortasi dan langsung dipasarkan karena mengingat timun tidak
tahan lama
- Biasanya timun dipasarkan dalam karung, baru setelah sampai di pasar pedagang kecil yang
selanjutnya akan membagi – bagi dalam kelompok yang kecil.
- Buah timun yang telah dipanen dapat diolah menjadi acar, lotek, asinan lalap mentah asinan
atau acar dan lain –lain.
- Timun suri biasanya untuk minuman es sirup.

Read More..

BUDIDAYA TERONG

Budidaya Terong

1. Sejarah Singkat
Terung berasal dari Asia, terutama India dan Birma. Kapan tanaman ini mulai dibudidayakan oleh manusia belum ditemukan data pastinya. Beberapa petunjuk menyatakan bahwatanaman terung banyak tumbuh di Cina.
Dari daerah ini kemudian dibawa ke Spanyol dan disebarluaskan kenegara – negara lain di Eropa, Afrika, Amerika selatan, Malaysia dan Indonesia.

2. Taksonomi Tanaman
- Kingdom : Plantae (tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
- Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
- Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub-kelas : Asteridae
- Ordo : Solanales
- Familia : Solanaceae (suku terung-terungan)
- Genus : Solanum
- Spesies : Solanum melongena L.

3. Manfaat Tanaman
- Bermanfaat untuk menurunkan kadar homosistein dalam darah.
- Asam folat pada terung bermanfaat untuk mencegah kerusakan otak bayi dalam kandungan
- Kulit terung mengandung nasunin,flavonoid yang berperan sebagai antioksidan kuat pengikat
radikal bebas, menghambat proses angiogenesis, yaitu proses yang mendukung pertumbuhan
dan penyebaran sel kanker dengan memasok oksigen dan nutrisi untuk sel kanker.
- Menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dalam darah.
- Terung termasuk makanan yang tinggi serat dengan indeks glikemik
rendah sehingga sangat baik untuk penderita diabetes tipe 2
- Terung bisa dijadikan lalapan seperti terung gelatik dan gelatik putih.

4. Syarat Tumbuh
- Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi
- Suhu udara 22 - 30o C
- Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan
drainase baik dan pH antara 6,8-7,3
- Sinar matahari harus cukup
- Cocok ditanam musim kemarau

5. Budidaya Tanaman

Pembibitan

- Rendamlah benih dalam air hangat kuku + POC NASA dosis 2 cc per liter selama 10 -15 menit
- Bungkuslah benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam hingga nampak
mulai berkecambah
- Sebarkan benih di atas bedengan persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm
- Campurkan 1 pak Natural GLIO + 25-30 kg pupuk kandang halus diamkan seminggu,
kemudian masukkan benih satu persatu ke polibag yang telah berisi campuran tanah dan
pupuk kandang halus yang telah dicampur Natural GLIO tadi dengan perbandingan 2 : 1
- Tutup benih tersebut dengan tanah tipis
- Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang
- Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya
- Siram persemaian pagi dan sore hari
- Semprot POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki setiap 7-10 hari sekali
- Perhatikan serangan hama dan penyakit sejak di pembibitan
- Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap dipindahtanamkan

Pengolahan Lahan
- Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun
- Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur
- Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan
bedengan
- Jika pH tanah rendah, tambahkan Dolomit
- Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah. Akan lebih optimal
jika ditambah SUPERNASA atau jika tidak ada pupuk kandang dapat diganti SUPERNASA
10-20 botol / ha dengan cara :

Alternatif 1 : satu botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk untuk menyiram bedengan
Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 liter air diberi 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 m bedengan

- Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Urea 150 kg + TSP 250 kg per ha dicampur
dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per lubang tanam
- Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang 25-50 kg merata ke
bedengan atau ke lubang tanam
- Jika pakai Mulsa plastic, tutup bedengan pada siang hari
- Biarkan selama seminggu sebelum tanam
- Buat lubang tanam dengan jarak 60x70 cm / 70x70 cm

Penanaman - Waktu tanam yang baik musim kering
- Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal
- Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan
- Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab)

Pengairan
Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb atau disiram dengan gembor

Penyulaman - Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit
- Penyulaman maksimal umur 15 hari

Pemasangan Ajir (Turus)
- Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran
- Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm
- Tancapkan secara individu dekat batang
- Ikat batang atau cabang terong pada turus

Penyiangan
- Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut
- Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam

Pemupukan
Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat. Berikut salah satu alternatif :
Jenis Pupuk Pemupukan Susulan (kg/ha)
Umur 15 hari Umur 25 hari Umur 35 hari Umur 45 hari
Urea 75 75 75 75
SP-36 50 - - -
KCl - 75 100 75

Pemangkasan ( Perempelan )
Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.

6. Hama Penyakit Tanaman
- Hama
1. Kumbang Daun (Epilachna spp.)
Gejala : serangan adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah
Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang-tulang daun saja
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali.

2. Kutu Daun (Aphis spp.)
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun masih muda Daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung Sebagai vektor atau perantara virus
Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, pencegahan semprot PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR setiap 1-2 minggu sekali.

3.Tungau ( Tetranynichus spp.)
Serangan hebat musim kemarau.
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-
intik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah.
Cara pengendalian : sama seperti pada pengen dalian kutu daun.

4. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.)
Bersifat polifag, aktif senja atau malam hari
Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan ulat, pencegahan siram atau semprotkan
estona atau pentana + aero 810.

5.Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)
Bersifat polifag.
Menyerang dengan cara merusak (memakan) daun hingga berlubang-lubang.
Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, semprot dengan Natural vitura.

6.Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.)
Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan buah terserang, lakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam sanitasi kebun, pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali
- Penyakit
1. Layu Bakteri
Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum
Bisa hidup lama dalam tanah
Serangan hebat pada temperatur cukup tinggi
Gejala : serangan terjadi kelayuan seluruh tanaman secara mendadak
2. Busuk Buah
Penyebab : jamur Phytophthora sp., Phomopsis vexans, Phytium sp.
Gejala : serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.

3. Bercak Daun
Penyebab : jamur Cercospora sp, Alternaria solani, Botrytis cinerea
Gejala : bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun.

4. Antraknose
Penyebab : jamur Gloesporium melongena
Gejala : bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam

5.Busuk Leher akar
Penyebab ; Sclerotium rolfsii
Gejala : pangkal batang membusuk berwarna coklat

6.Rebah Semai
Penyebab : Jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
Gejala : batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya roboh dan mati

7. Panen
- Buah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas
- Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
- Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
- Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.
- Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah
yang sudah siap dipetik.
8. Pasca Panen
- Terung yang telah dipanen disortasi dan langsung dipasarkan, biasanya terung dipasarkan
dalam karung, baru setelah sampai di pasar pedagang kecil yang selanjutnya akan membagi –
bagi dalam kelompok (ikat) yang kecil.

Read More..

BUDIDAYA KACANG PANJANG

Budidaya Kacang Panjang

1.Sejarah Singkat
Masyarakat dunia menyebutkan dengan nama Yardlong Beans/Cow Peas. Plasma nutfah tanaman kacang panjang berasal dari India dan Cina. Adapun yang menduga berasal dari kawasan benua Afrika. Plasma nutfah kacang uci (Vigna umbellata) diketemukan tumbuh liar di daerah Himalaya India, sedangkan plasma nutfah kacang tunggak ( Vigna unguiculata) merupakan asli dari Afrika. Oleh karena itu, tanaman kacang panjang tipe merambat berasal dari daerah tropis dan Afrika, terutama Abbisinia dan Ethiopia. Perkembangan paling pesat di negara beriklim panas tropis seperti Indonesia.

2. Taksonomi Tanaman
- Kingdom : Plantae (tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
- Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
- Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub-kelas : Rosidae
- Ordo : Fabales
- Familia : Fabaceae (suku polong-polongan)
- Genus : Vigna
- Spesies : Vigna sinensis (L.) Savi Ex Has

3. Manfaat Tanaman
- Kacang panjang mengandung sumber protein, energi dan mineral yang berguna untuk
memenuhi gizi.
- Kacang memberikan khasiat peluruh air seni.
- Menyimpan zat antikanker.
- Antioksidan, antivirus, antibakteri, gangguan saluran kencing,
- Meningkatkan fungsi limpa.
- Meningkatkan fungsi sel darah merah,
- Menyembuhkan beri-beri, demam berdarah, mengatasi sakit pinggang, dan kurang darah.
- Meningkatkan stamina dan mengatasi penyakit cepat lelah
- Bisa juga digunakan untuk mengembalikan rambut dari kerontokkan

4. Syarat Tumbuh
- Tanaman tumbuh baik pada tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak
mengandung bahan organik dan drainasenya baik,
- pH sekitar 5,5-6,5.
- Suhu antara 20-30 derajat Celcius,
- Iklimnya kering,
- Curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun
- Ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl.

5. Budidaya Tanaman
- Pembibitan
- Benih kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: penampilan
bernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah
hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.
- Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam
yang sudah disiapkan.

- Pengolahan Media Tanam
- Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak hingga tanah menjadi gembur.
- Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm,
panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50
cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm.
- Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha
dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm
- Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan
dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000
m2(10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA, cara penggunaannya
sebagai berikut :

Alternatif 1 : 1 botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.

- Teknik Penanaman
- Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan
jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.
- Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja
sepanjang musim asal air tanahnya memadai.
- Benih direndam POC NASA dosis 2 tutup/liter selama 0,5 jam lalu tiriskan
- Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan
abu dapur.

- Penyulaman
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari setelah tanam. Benih yang tidak tumbuh segera disulam.

- Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

- Pemangkasan / Perempelan
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.

- Pemupukan
Dosis pupuk makro sebagai berikut:
Waktu Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg) SP-36 (kg) KCl (kg)
Dasar 50 75 25
Umur 45 hari 50 25 75
TOTAL 100 100 100
Catatan : Atau sesuai rekomendasi setempat.

- Pengairan
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim.

6. Hama Penyakit Tanaman
- Pengelolaan Hama Dan Penyakit

a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak.
Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan PESTONA.

b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan dan penyemprotan Natural BVR

c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong.
Pengendalian: dengan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman serempak, Semprot Natural VITURA.

d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%.
Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.

e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman. Disemprot dengan PESTONA

f. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala : serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam dengan Natural GLIO dan POC NASA dan membuang rumput-rumput dari sekitar tanaman.

g. Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).
Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun.
Pengendalian: gunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.

h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.

i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati dan gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

7. Panen
- Ciri-ciri polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan
biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan
- Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah
dengan pisau tajam.

8. Pasca Panen
- Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu disortasi
- Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg dan siap dipasarkan.

Read More..

TANAMAN HORTIKULTURA

Tanaman Hortikultura

1. Pengertian
Hortikultura berasal dari Bahasa Latin yang terdiri dari dua patah kata yaitu hortus (kebun) dan culture (bercocok tanam). Hortikultura memiliki makna seluk beluk kegiatan atau seni bercocok tanam sayur-sayuran, buah – buahan atau tanaman hias.

Tanaman Hortikurtura memiliki beberapa fungsi yakni: sebagai Sumber bahan makanan, Hiasan/keindahan, dan juga Pekerjaan. Hortikultura terbagi atas 4 bagian yaitu: Sayur-sayuran, Buah-buahan, tanaman Hias, dan tanaman obat. Ilmu hortikultura berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan lainnya, seperti teknik budidaya tanaman, mekanisasi, tanah dan pemupukan, ilmu cuaca, dan sebagainya.

Pada umumnya budidaya hortikultura diusahakan lebih intensif dibandingkan dengan budidaya tanaman lainnya. Hasil yang diperoleh dari budidaya holtikultura ini per unit areanya juga biasanya lebih tinggi. Lebih lanjut dikatakan tanaman holtikultura memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia. Misalnya tanaman hias berfungsi untuk member keindahan (aestetika), buah – buahan sebagai makanan, dan lain-lain. Holtikultura berinteraksi dengan disiplin ilmu lainnya seperti kehutanan, agronomi, dan ilmu terapan lainnya.

1.1.2 Penggolongan Hortikultura
Hortikultura dikelompokkan dalam 4 kategori yaitu:
1. Tanaman Buah-buahan,
Yaitu : kelompok tanaman ini memiliki keanekaragaman morfologi, seperti ada yang berbentuk :pohon (misalnya rambutan, mangga, durian, jeruk, dan sebagainya), atau bentuk semak markisa).
2. Tanaman sayuran,
Yaitu : tanaman ini merupakan tanaman hortikultura yang utama. Sayuran juga dapat diklasifikasikan atas bagian apa dari sayuran tersebut yang dapat digunakan. Bagian tanaman tersebut dapat berasal dari daun, tangkai daun, umbi, batang, akar, bunga, buah ataupun biji.
Berbeda dengan tanaman buah - buahan, sayuran memiliki umur yang relatif singkat. Tanaman ini umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar, oleh karenanya proses penanganannya lebih spesifik dibandingkan dengan hortikultura lainnya.
3. Tanaman Hias,
Manfaat dari tanaman hias ini adalah meningkatkan aestetika lingkungan.
Budidaya tanaman ini dapat dilakukan pada ruang terbuka maupun didalam ruangan.
4. Lanskap arsitektur,
Lanskap menggunakan tanaman tertentu yang dipadukan dengan elemen elemen lainnya untuk menghasilkan pemandangan yang indah. Aspek utama dalam lanskap arsitektur ini adalah penutupan permukaan tanah yang umumnya diwakili dengan rumput. Lanskap arsitektur sedemikian pentingnya karena dapat memuaskan masyarakat yang melihatnya dan berpengaruh terhadap efek fisiologis manusia.

1.1.3 Ciri – ciri tanaman hortikultura
Ciri – ciri Hasil tanaman hortikultura mempunyai sifat khusus yaitu sebagai berikut :
- Produksinya musiman, beberapa diantaranya tidak tersedia sepanjang tahun, contohnya :
Durian, Langsat, Rambutan, Manggis dan lain sebagainya.
- Memerlukan voleme (ruangan) yang besar, menyebabkan ongkos angkut menjadi besar pula
dan harga pasar menjadi tinggi.
- Memiliki daerah penanaman (geografi) yang sangat spesifik atau menuntut Agroklimat
tertentu, contoh : Jeruk Tebas, Durian Balai Karangan, Langsat Punggur, Duku Palembang,
Jeruk Garut, Mangga Indramayu, Markisa Medan, Rambutan Parit Baru, Nenas Palembang
dan lain sebagainya.
- Memiliki nilai estetika, jadi harus memenuhi keinginan masyarakat umum. Keadaan ini sangat
sulit karena tergantung pada cuaca, serangan hama dan penyakit, namun dengan biaya
tambuhan kesulitan itu dapat diatasi.
- Mudah / cepat busuk, tetapi selalu dibutuhkan setiap hari dalam keadaan segar. Sejak panen
sampai pasar memerlukan penanganan secara cermat dan efisien karena akan mempengaruhi
kualitas dan harga pasar.


1.1.4 Perbanyakan tanaman hortikultura

Digolongkan atas dua cara yaitu
- Perbanyakan generatif adalah perbanyakan yang menggunakan biji
- Perbanyakan vegetative,
Perbanyakan vegetatif buatan Perbanyakan vegetatif buatan terjadi dengan bantuan manusia. Beberapa perbanyakan vegetatif buatan adalah :
Cangkok, Stek batang, Runduk,Setek daun,Tempel (okulasi), dan Sambung pucuk (enten).

a. Cangkok,
Jenis tumbuhan yang biasa dicangkok pohon buah – buahan misalnya mangga, jeruk, dan lainlain. Umumnya jenis tumbuhan berkayu

b. Setek batang,
Potongan batang tumbuhan yang hendak di setek harus mempunyai sebuah mata sebagai bakal tunas. Potongan batang ini umumnya merupakan batang yang sudah cukup tua.

c. Runduk,
jenis tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan runduk sangat sedikit. Tumbuhan itu mempunyai batang yang panjang dan lentur. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan cara merunduk misalnya melati , alemanda, apel, dan lain2

d. Setek daun,
umumnya diterapkan pada tanaman hias misalnya begunia. Daun yang disetek ini harus cukup tua, dan tanah yang digunakn sebagai media tumbuh harus gembur dan lembab. Perkembangbiakan dengan setek daun ini dilakukan dengan meletakkan daun yang sudah dipilih tadi diatas permukaan tanah. Beberapa hari kemudian tumbuh tunas baru yang kemudian dapat dipindahkan ketempat lain.

e. Tempel (okulasi),
cara perbanyakkan ini dilakukan dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain. Setiap tumbuhan itu mempunyai sifat yang berbeda. Batang dan tunas yang diokulasi berasal dari dua tumbuhan. Batang yang ditempel merupakan tumbuhan yang mempunyai akar dan batang yang kuat.

f. Sambung pucuk (enten),
Sambung pucuk merupakn penyatuan pucuk dengan batang bawah. Pucuk dan batang bawah yang disambung itu berasal dua tumbuhan. Sambung pucuk dapat menghasilkan tanaman yang lebih baik mutunya. Bila dibandingkan dengan okulasi, ternyata sambung pucuk lebih cepat menghasilkan. Cara sambung pucuk dapat dilakukan terhadap tanaman hias, buah-buahan, dan perkebunan. Sambung pucuk dilakukan secara sederhana. Batang bawah diperoleh dari semaian biji. Pucuk diambil dari cabang tumbuhan yang mempunyai sifat- sifat baik seperti berbunga indah dan berbuah manis, atau lainnya. Pucuk kemudian disambung dengan batang bawah . Penyambungan dilakukan dengan menggunakan tali plastic.

- Teknik Budidaya Sayuran
Permintan akan sayuran terus meningkat, sejalan dengan peningkatan kebutuhan karena
pertambahan jumlah penduduk, juga disebabkan oleh peningkatan kesadaran akan manfaat mengkonsumsi sayuran. Keberhasilan industri sayuran tergantung pada beberapa factor yaitu: Ketersediaan benih unggul, kualitas produk,pemasakan produk, ketepatan waktu antara panen dan sampainya produk kepada konsumen, dan juga distributor atau pedagang perantara..

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam melaksanakan budidaya sayuran yaitu :.
- Sayuran dikonsumsi dalam bentuk segar
- Sayuran memerlukan penanganan khusus
- Sayuran dengan nilai ekonomi tinggi
- Persaingan internasional

Read More..
Copyright © 2012 by : SAD_118- AGRIMANIAX.BLOGSPOT.COM
Template by : kendhin x-template.blogspot.com