Saturday, June 12, 2010

MODAL USAHATANI

Modal usahatani

1. Pengertian Modal
Secara ekonomi modal adalah barang-barang yang bernilai ekonomi yang digunakan untuk menghasilkan tambahan kekayaan ataupun untuk meningkatkan produksi.Dalam perusahaan modal tersebut adalah seluruh kekayaan yang digunakan dalam usaha.Modal digunakan untuk menghasilkan barang-barang konsumsi atau barang-barang modal.

Modal menurut fungsinya dapat dibedakan menjadi 2 bagian :
• Modal tetap (Fixed Capital)
Adalah modal yang tidak habis dalam satu kali proses produksi atau dapat dipakai berkali-kali dalam proses produksi.Modal tetap bukan berarti tidak pernah habis.
• Modal Tidak Tetap (Modal Lancar/Usaha)
Adalah Modal yang habis satu kali proses produksi. Jadi setiap kali proses produksi modal variabel perlu disediakan atau ditambahkan modal variabel ini. Dalam usaha tani contohnya : bibit, pupuk ,obat ,pemberantas hama, penyakit, dll.

2. Sifat-sifat Modal
Beberapa sifat yang dimiliki modal sekaligus merupakan sebab meningkatnya perhatian terhadap modal.
a. Modal mempunyai sifat produktif yaitu meningkatkan kapasitas produksi. 2 hal yang dapat dijual belikan dalam pasar modal pada saat tertentu “stock” dan jasa atau service. Modal yang produktif adalah dapat memberikan pendapapatan minimum sebanyak biayanya.
b. Modal mempunyai sifat prospektif, yaitu modal dapat mempertahankan atau meningkatkan produksi dalam waktu yang akan dating. Sifat ini terwujud apabila sebagian daripada pendapatan yang diterima hari ini dapat disisihkan. Masalah pokok dari usahatani kecil ialah bagaimana menyisihkan sebagian daripada pendapatannya yang hanya cukup bahkan kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
c. Pertumbuhan modal berhubungan erat dengan factor produksi kerja, karena modal digunakan bersama-sama dengan kerja.
d. Modal dapat meningkatkan pemakaian tenaga kerja misalnya di daerah yang tanah pertaniannya terbatas. Dengan menambahkan modal dapat mengintensifkan pengusahanya sehingga tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani meningkat. Hal ini sekaligus meningkatkan produksi dan pendapatan, ini berarti pula upah kerja dapat ditingkatkan dengan penambahan modal. Selanjutanya modal dapat pula menghemat tenaga kerja. Hal ini misalnya dengan mengggunakan mesin-mesin, jumlah tenaga kerja bias dikurangi.

3. Guna Daripada Modal
Modal dalam usahatani bersamaan dengan factor produksi lainnya akan menghasilkan produk. Modal ini semakin berperan dengan berkembangnya usahatani tersebut. Pada usahatani sederhana peran modal kecil saja. Namun semakin maju usahatani modal yang diperlukan semakin besar.

Peran modal dalam usahatani ialah :
a. Modal itu dapat digunakan penghemat tanah.
Produkstivitas tanah dapat ditingkatkan dengan memasukkan modalyang lebih banyak ke dalamnya. Misalnya dengan penggunaan pupuk dan bibit unggul dapat meningkatkan produksi persatuan luasnya.
b. Modal dapat menghemat Tenaga (Labor Saving)
Dengan penambahan modal berupa penambahan alat-alat mekanis dapat menghemat tenaga. Ini berarti dengan bantuan alat produksi yang lebih tinggi dapat dicapai dengan tenaga yang lebih sedikit.
c. Modal dapat menghemat waktu
Dengan penambahan berupa mesin-mesin,waktu pengolahan tanah,panenan atau pengolahan hasil dapat lebih ditingkatkan.Demikian pula dengan pemakaian bibit unggul, lama penguasaan dapat lebih pendek.
d. Modal dapat menghemat biaya
Dengan penambahan modal usahatani dapat diintensifkan pengusahaannya. Usaha tani yang diusahakan secara intensif biaya produksinya akan tinggi dan pendapatan juga akan bertambah.Pertambahan pendapatan biasanya lebihn tinggi /besar dibandingkan pertambahan biaya. Ini berarti biaya perkesatuan hasil lebih rendah. Dengan pemakaian modal yang tepat,efisien dan menghemat biaya.
e. Modal dapat memperbaiki kualitas produksi
Dengan pemakaian bibit yang lebih baik,alat-alat yang baik, Hal ini masing-masing atau secara bersamaan dapat menigkatkan hasil produksi.

4. Macam-macam Modal UsahaTani
a. Tanah
Tanah sebagai modal di dalam usahatani di Indonesia dan di Negara berkembang lainnya berperan sangat besar.Hal ini Karena modal di luar tanah yang dipunyai petani sangat terbatas(kecil sekali).Sebab- petani-petani belum punya modal berupa mesin-mesin atau alat-alat yang mahal harganya. Begitu juga petani belum mempunyai bangunan-bangunan yang memerlukan biaya yang besar.
Bangunan-bangunan yang dimiliki petani biasanya sederhana. Dengan demikian mdoal tanah dapat berperan 70-90% dari modal seluruhnya.
Hal ini berbeda dengan struktur permodalan petani di Negara-negara maju. Perbedaan struktur modal yang dimiliki di Negara maju & Negara berkembang dapat dilihat dari bentuk pemilikan modal di Jepang (Negara maju) dan Filipina (Negara berkembang) seperti di bawah ini

Tanah dibandingkan dengan modal lainnya mempunyai kedudukan yang khusus, karena berbeda dengan jenis modal lainnya. Perbedaan tersebut ialah :
a. Tanah sebagai modal tidak perlu diperhitungkan penyusustannya. Tanah pada umumnya tidak turun kegunaannya maupun harganya. Hanya Karena bencana alam seperti tanah longsor,banjir, atau tanah tertimbun dan lainnya yang mengakibatkan hancur & tak dapat dimanfaatkannya tanah. Dalam keadaan biasa tanah akan semakin naik harganya. Oleh karena itu pertumbuhan penduduk, perbaikan lalu lintas dan juga karena oleh pemiliknya selalu diusahakan perbaikannya, agar produksi dari tanah tersebut terus meningkat., Pekerjaan-pekerjaan perbaikan yang menambah kegunaan tanah, memerlukan tenaga/biaya, jika pekerjaan itu dilakukan sendiri oleh petani ini dianggap sebagai pengeluaran, sebab jika ia bekerja di tempat lain akan memberikan pendapatan kepadanya. Namun jika pekerjaan itu orang lain yang mengerjakannya ia harus membayarnya. Usaha yang demikian harus dianggapmnya sebagai investasi (penanaman modal). Modal sedemikian disebut “amelionasi” dan dicatat sebagai modal tetap. Terhadap modal amelionasi harus diadakan penyusutan.

b. Hukum bunga tanah pada umumnya berbeda dengan hokum bunga modal lainnya. Bunga tanah dipengaruhi oleh produktivitas tanah. Makin intensif pngusahaan semakin tinggi pula bunganya.
Mengenai perlunya dihitung bunga tanah ini ad beberapa pendapat :
Menurut Vink keuntungan dari tanah sediri yang berupa bunga tanah dari usahatani keluarga sudah terselip dalam pendapatan petani. Atau bunga tanah dari usahatani keluarga tak kelihatan
Menurut Devrieg bunga tanah baru dimunculkan dalam perhitungan ekonomi, jika hendak membandingkan penghasilan dari seorang petani yang mengusahakan tanahnya sendiri dengan petani yang mengerjakan tanah sewaan. Menurutnya bunga tanah daripda usahatani Indonesia belum dapat dihitung. Dalam perusahaan pertanian atau usahatani komersial dimana tata kehidupan ekonomi pemilik dan pelaksana sudah terpisah dan tata kehidupan ekonomi daripada perusahaan. Disini imbalan jasa dari tanah (bunga tanah) sudah ditentukan lebih dahulu, meskipun perusahaan itu belum mendatangkan produk atau penghasilan. Bunga tanah dianggap sebagai pengeluaran atau biaya perusahaan walapun tanah/modal tidak dianggap sebagai keuntungan/pendapatan bagi perusahaan.

Sehubungan dengan keadaan diatas, kapan perlunya bunga tanah dihitung tergantung daripada tujuan analisa atau usaha tersebut, dan jug pada tingkat kemajuan usahatani. Keadaan ini sbb :
 Analisa terhadap usahatani yang masih rendah tingkatnya seperti yang kita kenal di pedalaman Irian Jaya, Kalimantan, dan sebaginya belum memerlukan perhitungan bunga tanah. Begitu juga analisa terhadap usahatani yang masih berpindah-pindah.
 Analisa terhadap usahatani yang dilaksanakan di atas tanah sendiri atau tanah yang diperoleh tanpa pembayaran belum memerlukan perhitungan tentang tingginya bunga tanah.
 Analisa terhadap usahatani yang diusahakan di atasa tanah sendiri atau tanah pihak lain tanpa pembayaran, jika ingin membandingkan keuntungan hasilnya dengan usahatani atasa tanah orang lain tanpa yang memrlukan imbalan, memerlukan perhitungan atas bunga tanah. Tingginya bunga tanah dipersamakan dengan sewa atau imbalan dari tanah usahatani yang diperbandingkan.
 Analisa untuk mengetahui tinggi rentabilitas suatu usahatani harus memasukkan bunga tanah dalam analisanya.

b. Bangunan
Bangunan yang termasuk modal usahatani ialah bangunan yang termasuk bahagian usahatani tersebut. Bangunan ini didirikan dan digunakan untuk kelancaran usahatani. Bangunan ini berupa gudang, lumbung, kandang ternak, dll.
Rumah petani jika terletak didalam usahatani dan erat sekali hubungannya dengan usahatani diperhitungkan sebagai modal usahatani. Tetapi jika rumah itu terletak diluar usahatani dan kegiatan-kegiatan usahatani tidak banyak terkait padanya maka rumah tidak termasuk modal.
Jalan-jalan juga sangat diperlukan bagi usahatani, jika dapat melancarkan pengangkutan bahan bahan, saprodi ataupun hasil.Pada perusahaan pertanian infestasi untuk jalan ini cukup besar. Bangunan-bangunan yang juga sering pada usahatani adalah kandang ternak,pagar,serta pembangunan lainnya.

c. Alat-alat dan Mesin-mesin Pertanian
Macam dan jumlah alat-alat pertanian yang digunakan oleh petani dipengaruhi oleh iklim,keadaan tanah,jenis cabang usaha yang diusahakan dan tingkat kemajuan serta besarnya usahatani.Pada usahatani yang sederhana seperti usahatani keluarga yang banyak di Indonesia alat-alat yang digunakan sederhana pula.Biasanya berupa cangkul, parang, sabit, bajak, garu, dll.
Tetapi pada usahatani yang besar & maju mereka menggunakan traktor, mesin panenan, mesin pemungut hasil, dll. Mesin dan alat-alat mekanik akan memperlancar pekerjaan, dan membantu mengerjakan sesuatu yang tidak dapat dilaksanakan tanpa alat-alat mekanik.
Alat-alat dan mesin-mesin ini juga termasuk modal tetap dan harus diperhitungkan penyusutannya tiap tahun.

d. Tanaman dan Ternak
Tanaman baik yang berumur pendek, maupun yang berumur panjang, adanya dalam tanah mengeluarkan biaya-biaya karenya harus dianggap sebagai penanaman modal. Tanaman yang berumur pendek yang menghasilkan dalam waktu setahun atau kurang, oleh karenanya seluruh pengeluaran untuk menanamnya harus disisihkan seluruhnya dari pendapatan yang diperoleh dari satu kali panen tanaman tersebut.
Sedangkan tanaman berumur panjang, dari nilai penanamannya, pemeliharaan sampai tanaman tersebut panen memakan waktu 4-6 tahun tergantung jenis tanamannya. Selama waktu tesebut biaya-biaya harus dikeluarkan. Sesudah tanaman diambil, dimulailah depresiasi yang lamanya ditentukan oleh lamnya tanaman tersebut menghasilkan.
Ternak sebagai modal dapat berfungsi sebagai alat membantu tenaga kerj manusia, dan pula sebagai cabang usahatani. Apabila pada akhir tahun pembukuan jumlha ternak bertambah maka modal usahatani tersebut dikatakan bertambah. Ternak-ternak yang dijual kurang dari satu tahun depresiasi tidak dilakukan, tetapi biaya-biaya sebagai penyusutan, ternak yang dipelihara bertahun-tahun biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan harus di perhitungkan sebagai modal yang ditanamkan.

e. Sarana Produksi (bahan Perlengkapan)
Sarana produksi terdiri dari :
Bibit, pupuk, Obat pemberantas Hama dan penyakit, serta sarana produksi lainnya termasuk pada biaya tidak tetap. Penggunaan sarana produksi ini pada usahatani hanya untuk sekali produksi. Jadi untuk sarana produksi tidak diadakan penyusustan. Biaya-biaya yang dikeluarkan merupakan biaya eksploitasi atau biaya pengusahaan.

f. Uang Tunai
Uang Tunai yang diperhitungkan adalah uang tunai yang betul-betul diperuntukkan bagi usahatani. Hal ini perlu ditegaskan mengingat usahatani di Indonesia, pembatasn antara uang tunai untuk usahatani dengan uang tunai untuk kebutuhan hidup petani dan keluarganya sulit untuk dibedakan.
Uang tunai merupakan alat untuk membeli semua perlengakapan produksi yang diperlukan. Fungsi uang tunai adalah untuk membiayai semua peralatan dan perlengkapan yang berasal dari luar usahatani.
Pada usahatani yang maju lebih banyak memerlukan uang tunai daripada usahatani yang tradisional.Seringkali juga uang tunai yang dipunyai petani tidak mencukupi untuk biaya usahanya. Untuk itu petani terpaksa meminjam dari luar usahatani. Untuk itu petani pun harus membayar bunga pinjamnnya. Jadi dalam pemkaian uang tunai yang diperhitungkan adalah bunga pinjaman.

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2012 by : SAD_118- AGRIMANIAX.BLOGSPOT.COM
Template by : kendhin x-template.blogspot.com