Monday, July 26, 2010

KEDUDUKAN KOPERASI DALAM SISTEM EKONOMI DAN ALIRAN KOPERASI ,SEJARAH KOPERASI

Kedudukan Koperasi Dalam Sistem Ekonomi


[Tugas makalah]

TOPIK 1
1. Kemukakan pendapat penulis (roy) tentang kedudukan koperasi dalam sistem perekonomian, apakah roy setuju dengan pendapat bahwa koperasi adalah satu sistem ekonomi tersendiri atau bagaimana? jelaskan

Jawab :
Menurut Roy, koperasi adalah wadah perjuanagn untuk memeperbaiki sistem perekonomian, dengan mana perbaikan hidup sebagian besar umat manusia di dunia dan kenyataannya ada di bawah garis kemiskinan akibat pola ekonomi kapitalis, dapat dilaksanakan atau diwujudkan dengan sebaik-baiknya.


2. Kemukakan apa yang dimaksud dengan aliran koperasi sosialis(The socialist cooperative school)

Jawab ;
Cooperative school atau aliran koperasi ini berkeinginan untuk menjadikan koperasi sebagai batu loncatan untuk mencapai sosialisme.


3. Kemukakan apa yang dimaksud aliran koperasi persemakmuran (the commonwealth cooperative school

Jawab :
Aliran koperasi ini menginginkan agar koperasi dapat menguasai kehidupan ekonomi, usaha, swasta, memang dapat diterima tetapi usaha swasta ini hendaknya hany amenduduki tempat kedua saja. Aliran persemakmuran koperasi muncul di inggris.

4. Kemukakan apa yang dimaksud aliran koperasi penyangga kapitalis (competitive yardstick scool of cooperative.)

Jawab:
Aliran koperasi ini menginginkan agar tumbuhnya koperasi dapat berperan sebagai penghilang danpak negatif atau kejahatan yang diakibatkan sistem kapitalis, jadi koperasi baru akan didirikan apabila telah terperiksa bahwa usaha-usaha berdasar kapitalisme tersebut benar-benar telah melahirkan dampak-dampak negatife pada kehidupan penduduk. Aliran ini tumbuh di swedia dan beberapa negara lainnya dieropa, merupakan bagian dari apa yang disebutkan institutional economic balance theory.

5. Kemukakan bagaimana pendapat roy berkaitan dengan aliran tersebut diatas!

Jawab :
Menurut Roy, aliran-aliran koperasi tersebut merupakan aliran yang banyak penganutnya di dunia sehingga perannya dalam usaha memperbaiki taraf perekonomian penduduk yang masih berada di bawah garis kemiskinan tidak dapat diabaikan begitu saja oleh mereka yang ingin mempertahakan sistem kapitalisme.




Topik 2
1. Kemukakanlah hubungan antara terjadinya revolusi industri di eropah dengan munculnya gagasan pendirian koperasi di inggris.

Jawab :
Pada pertengahan abad kedelapan belas dan kemudian dilanjutkan dengan abad ke sembilan belas di eropa terjadi apa yang dikenal dengan nama revolusi industri. Seperti diketahui revolusi industri disebabkan oleh pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. Kemajuan ilmu pengetahuan ini menimbulkan penemuan-penemuan baru yang ada didalam lapangan industri mengakibatkan perubahan-perubahan yang besar.

Apa yang dahulunya dikerjakan dengan tangan atau tenaga manusia, sekarang dengan adanya penemuan-penemuan baru itu mulai dikerjakan dengan tenaga mesin.maka muncullah pabrik-pabrik besar dan terjadilah revolusi industri. Kemudian industri dan pabrik-pabrik besar itu menimbulkan serta mengembangkan kapitalisme. Kapitalisme adalah susunan atau tatanan ekonomi yang berpusat pada keuntungan perorangan. Kaum kapitalisme atau kaum modal mempergunakan penemuan-penemuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memperkaya dirinya dan memperkuat kedudukan ekonominya. Sistem ekonomi kapitalisme atau liberalis yang bersendi kepada kebebasan individu untuk mencari keuntungan pribadi yang sebesar-besarnya menimbulkan suasana yang disebut exploitation de’l’homme par;i;homme artinya pemerasan atas manusia oleh manusia. Uang dan benda sangat di dewa-dewakan, sedang harkat manusia dilemparkan jauh kejurang kehinaan yang sedalam-dalamnya.

Nasib sebagian besar rakyat yang tidak berdaya sangat memilukan hati. Didalam suasana yang memilukan hati itu timbulah gerakan koperasi yang memberikan harapan akan perbaikan nasib dan kemakmuran bersama.

2. Kemukakanlah latar belakang atau penyebab munculnya CWS dan kemukakan pula perkembangan yang penting dari CWS tersebut !

Jawab :
- Latar belakang
Pada awal perkembangannya koperasi konsumsi menghadapi sedikit kesukaran. Ternyata bahwa terjadi persaingan membeli antara koperasi-koperasi itu. Hal ini menyebabkan harga barang-barang yang dibutuhkan dengan sendirinya naik. Kemudian koperasi-koperasi konsumsi- konsumsi yang mulai banyak tersebar di seluruh tanah inggris itu berusaha bergabung dengan bekerjasama dalam membeli serta membeli secara besar-besaran harga akan lebih murah dan mutu barang yang diinginkan akan terjamin. Kemudian timbul gagasan untuk mendirikan pabrik pabrik yang menghasilkan barang kebutuhan sehari-hari yang diperlukan oleh koperasi.
Sementara itu koperasi disekitar kota rochdale mengusahakan kepada koperasi rochdale untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan secara lebih besar untuk mengisi toko-toko koperasi mereka. Cara seperti itu ternyata mempererat hubungan antara koperasi dan para pedagang besar. Dengan demikian pekerjaan dapat berjalan lebih lancar, lebih menguntungkan dan yang terpenting mencegah persaingan diantara koperasi-koperasi itu sendiri.
Demikianlah akhirnya pada tahun 1863 di dalam koperasi inggris ditetapkan antara lain untuk membentuk organisasi gabungan pembelian dengan nama yang terkenal dengan the north of england cooperative wholesale society, sedang perkumpulan perkumpulan koperasi di skotlandia memutuskan organisasi gabungan pembelian tersendiri. Maka dalam tahun itu juga (1863) didirikanlah the scotIsh cooperative wholesale society. Jadi di inggris ada dua buah organisasi gabungan pembelian atau cooperative wholesale society (CWS). Akan tetapi di dalam menjalankannya dan menyelenggarakan maksud bersama selalu terjalin serta terjamin kerjasama yang baik.

- Perkembangan CWS
CWS memperlihatkan kemajuan-kemajuan yang pesat, terutama dibawah pimpinan yang baik dan bijaksana .T.W. Mitchel yang menjabat sebagai ketua kurang lebih 21 tahun lamanya yakni dari tahun 1874- 1895. sepuluh tahun setelah berdirinya CWS, badan ini telah sanggup memiliki dan memproduksi beberapa macam kebutuhan anggotanya. Pada tahun 1873 badan ini sudah mulai mendirikan pbrik biskuit kemudian juga pabrik sepatu untuk dijual ditoko koperasi.
Kemudian CWS memiliki lebih dari 200 buah bengkel dan pabrik dengan memberikan lapangan pekerjaan kepada 43.000 orang buruh serta menghasilkan barang kira-kira 55.000.000 pounsterling, sedang the scottish cooperative wholesale society memberi lapangan pekerjaan kepada kurang lebih 9000 orang buruh dan mnghasilkan barang-barang kira-kira sehraga 12.000.000 poundsterling. CWS selanjutnya berkembang dengan luas serta mendirikan cabang pembelian yang teratur.

3. Kemukakan latar belakang dan sejarah munculnya koperasi di jerman:
• di daerah pedesaan, termasuk pelopornya dan apa yang awal dilakukan !
• didaerah perkotaan, termasuk pelopor dan kunci keberhasilan.

Jawab :
a. Frederich wilhelm raiffeisen adalah tokoh penganjur koperasi simpan pinjam dikalangan kaum tani di desa.
F.W raiffeisen adalah walikota, mula-mula di flimmensfeld, kemudian di wayrbush dan terakhir di heddesdorf. Baru pada tahun 1864 f.W raiffeisen berhasil mendirikan koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit yang diberinama darlehnkassenverein. Alasan dirikakannya koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit yang sering pula disebut bank rakyat ialah peri kemanusiaan. Hal ini bermula ketika reiffeisen tergugah hatinya melihat kemiskinan rakyat di desa-desa. Nasib rakyat di desa sangat menyedihkan. Sebagian besar rakyat didesa itu tenggelam di dalam lautan hutang kepada pemiik tanah, para pedagang perantara atau tengkulak dan para lintah darat yang tidak mengenal peri kemanusiaan

b. Herman schulze yang juga terkena dengan nama julukan hermann schulze delitzsch adalah seorang tokoh dan penganjur koperasi simpan pinjam dikalangan kaum buruh, tukang dan pedagang kecil dikota. Pada waktu menjabat sebagai ketua komission fur handel und gewerke dari parlemen prusia(jerman), memperoleh kesempatan memperhatikan serta mempelajari peri kehidupan kaum buruh dan tukang dikota-kota. Pada waktu itu kaum buruh sangat menderita hidupnya. Untuk memperbaiki nasih orang-orang miskin dan lemah ekonominya ini ia berusaha mendirikan perkumpulan koperasi.

Setelah mengalami kegagalan beberapa kali, akhirnya menjelmalah koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit yang susunan serta kerjanya mirip dengan susunan dan cara kerja sebuah bank.
Pokok dasar yang dianjurkan oleh herman schulze hampir sama dengan dasar-dasar yang ditanamkan oleh rochdale pioneers. Anjurannya antara lain berbunyi : hanya tenaga serta kesanggupan diri sendiri dan bukan pertolongan atau bantuan dari luar yang menjadi rahasia untuk mencapai perbaikan nasib.

4. Kemukakan penyebab atau latar belakang utama yang menyebabkan koperasi yang berkembang di inggris adalah koperasi konsumsi, sedangkan di jerman adalah koperasi kredit

Jawab :
Pada tanggal 12 desember 1844, 28 buruh tenun pada sebuah perusahaan tekstil di kota rochdale mendirikan sebuah perkumpuan koperasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf kedudukan ekonomi mereka yang rendah. Dengan modal kepercayaan pada diri sendiri, itulah mereka mendirikan koperasi. Dengan susah payah 28 buruh tenun itu berhasil mengumpulkan uang untuk mendirikan koperasi, yang tekenal dengan nama the rochdae equitable pioneers society. Keadaan toko koperasi mereka mula-mula sangat sederhana, menurut rencana semula koperasi rochdale ini berusaha memenuhi seluruh kebutuhan hidup, seperti melayani kebutuhan para anggota, perumahan, pengobatan. Makanya koperasi ini disebut kperasi konsumsi, yaitu koperasi yang melayani seluruh kebutuhan anggota.
Di denmark , berkembang koperasi simpan pinam. Hal ini di latarbrlakangi oleh frederich wIlhelm dan herman schulze, . mereka mendirikan koperasi simpan pinjam atas dasr perikemanusiaan. Mereka tergugah melihat kemiskinan rakyat di desa dan di kota. Nasib rakyat tersebut sangat menyedihkan. Sebagian rakyat tersebut tenggelam dalam lautan hutang kepada pemilik tanah, para pedagang perantara atau tengklak dan para lintah darat yang tidak mengenal peri kemanusiaan. Oleh sebab itulah mereka mendirikan koperasi simpan pinjam untuk memperbaiki kehidupan penduduk di desa dan kota.

5. Kemukakan gambaran kemajuan dan keberhasilan koperasi denmark!

Jawab :
Perkembangan koperasi denmark di dahului oleh kebangkitan jiwa para petaninya. Pada tahun 1769 oleh orang yang luas pandangannya didirikanlah perkumpulan pertanian kerajaan denmark. Mereka sendiri sebagian besarnya bukan petani, akan tetapi mereka sadar betapa besarnya peranan dan berapa penting arti pertanian bagi kemajuan tanah air mereka. Gerakan perkumpulan ini mula-mula tidak dapat berkembang. Baru pada tahun 1850 perkumpulan ini melebarkan sayapnya dan berkembang dengan pesat. Pada awal abad kesembilan belas berhasil didirikan sparekasse, yakni semacam bank tabungan untuk pertanian usaha ini berhasil dengan baik, sehingga jumlahnya berangsur angsur meningkat. Pada awal tumbuhnya gerakan petani, yakni pada tahun 1814 di denmark lahirlah undang-undang kewajiban belajar bagi anak-anak yang bersia antara 7 sampai 14 tahun. Undang undang kemajuan belajar itu membawa kemajuan dan memperluas cakrawala pandangan para tani. Kemudian tanggal 1 juli 1866 hans cristian berhasil mendirikan sebuah koperasi konsumsi dikalangan buruh... kemudian pada tahun 1882 terbentuklah koperasi perusahan susu bersama pertana atas anjuran perkumpulan pertanian kerajaan denmarak. Kemudian gerakan koperasi denmark memiliki sarana yang terus menerus membina serta memelihat semangat dan kesadaran berkoperasi, yakni apa yang disebut folke hoyskole atau sekolah tinggi rakyat yang didirikan oleh nikolau tahun 1783— 1872, seorang pujangga ahli sejarah dan pendidik denmark.. tujuan pendirian sekolah ini adalah memberikan pendidikan moral dan mental kepada orang biasa untuk mempertinggi budi pekertinya, agar ia menjadi orang yang sadar akan tanggung jawabnya sebagai anggota masyarakat.

6. Kemukakan faktor yang menyebabkan keberhasilan koperasi denmark !

Jawab :
Adanya undang-undang kewajiban belajar bagi anak-anak yang bersia antara 7 sampai 14 tahun. Undang undang kewajiban belajar itu membawa kemajuan dan memperluas cakrawala pandangan para tani. Kemajuan itu membuka hati para petani untuk menerima hal-hal dan faham baru. Para petani tidak lagi bersifat apatis dan acuh tak acuh terhadap pembaharuan dan kemajuan.
Mereka peka dan siap menerima pembaharuan yang mereka yakini menbawa kemajuan dan pasti membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi mereka. Usaha pertanian dan peternakan mereka juga meningkat dengan maju. Hal tersebut tentunya juga membawa keberhasilan pada koperasinya.

7. Kemukakan hubungan antara perkembangan kapitalisme di barat(eropa) dengan munculnya penjajahan belanda di Indonesia!

Jawab :
Dengan terjadinya revolusi industri, menyebabkan kemajuan ilmu pengetahuan yang melahirkan penemuan-penemuan baru. Maka timbullah industri dan pabrik-pabrik besar yang dikuasai oleh kaum modal atau kaum kapitalis. Didalam masyarakat kapitalis uanglah yang memegang peranan terpenting di dalam hidup manusia. Untuk menjamin hal tersebut, yakni bahan-bahan mentah dan pasaran untuk melemparkan barang-barang Hasil produksi mereka, maka kaum modal berusaha mempengaruhi politik pemerintah negaranya agar berusaha mencarikan mereka tempat atau daerah yang dapat menjamin kebutuhan mereka akan hal tersebut. Dengan demikian imperialisme menimbulkan kolonialisme. Revolusi industri di eropa, dan dinegeri belanda khususnya menyebabkan kaum modal di negeri belanda berpendapat bahwa modal kapital mereka yang berlebihan harus diusahakan dengan lebih giat. Hal ini tidak mungkin atau amat sukar dilaksanakan, jikalau daerah operasi mereka hanya di negeri belanda atau dieropa saja. Oleh karena itu, maka kaum kapitalis belanda mendesak agar usaha-usaha mereka digiatkan didaerah jajahan mereka, yakni di indonesia.

8. Kemukakan latar belakang muncunya usaha perkebunan swasta yang dipandang lebih manusiawi dari sistem yang berlaku sebelumnya.

Jawab:
Kemenangan kaum liberal di negeri belanda membawa pengaruh pula di tanah air kita, indonesia sebagai daerah jajahan belanda. Kaum liberal yang didukung oleh kaum kapitalis belanda menghendaki agar indonesia dijalankan dengan sistem ekonomi liberal, yang menjalankan usaha ekonomi untuk memperoeh keuntungan yang sebesar-besarnya serta mencapai kesejahteraan dan kemakmuran pribadi.

Kepentingan kaum modal atau kaum kapitalis belanda yang hendak menanamkan modalnya di indonesialah yang mendesak serta menuntut dihapuskannya sistem tanam paksa. Kaum kapitalis belanda menuntut agar sistem pemerasan yang tidak mengenal perikemanusiaan, model tanam paksa itu diganti dengan modal swasta. Dengan didukung olek kaum modal, kaum liberal menuntut agar dihapuskannya perkebunan-perkebunan yang diusahakan oleh pemerintah hindia belanda. Pemerintah hindia belanda harus memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada pengusaha swasta belanda utuk berdagang dan berusaha di Indonesia.

9. Kemukakan perimbangan pendapatan masyarakat pada zamab penjajahan belanda!

Jawab :
Betapa pincangnya pembagian pendapatan, dapat kita lihat catatan tahun 1936, yakni sebagian besar(± 98%) dari penduduk kepulauan indonesia hanya 20% dari pendapatan nasional. Orang orang asia lainnya( cina, arab, india dan lain-lain) yang jumlahnya kurang dari 2 % dari seluruh penduduk indonesia juga menerima 20% dari pendapatan nasional. Orang-orang belanda yang jumlahnya kurang dari ½ % dari seluruh penduduk indonesia menerima 60% dari pendapatan nasional itu. Tidaklah mengherankan jika rakyat indonesia, pewaris tanah pusaka yang sangat subur dan kaya raya itu hidup melarat, hidup dalam tingkat ekonomi yang rendah.

10. Kemukakan apa yang terjadi pada zaman penjajahan jepang yang sangat merusak perkembangan koperasi di indonesia.

Jawab :
Pada zaman pemerintahan jepang di indonesia, kehidupan koperasi mengalami masa suram. Tidak banyak yang diketahui tentang koperasi pada masa itu. Pemerintah jepang di indonesia membentuk suatu organisasi semacam koperasi yang berfungsi untuk mendistribusikan barang-barang yang sukar diperoleh pada waktu itu atau sebagai wadah untuk menampung hasil bumi untuk memenuhi kebutuhan bala tentaranya. Sendi-sendi dasar koperasi pada masa itu, tidak berlaku sama sekali sebab koperasi bukan organisasi yang bebas, melainkan sebagai alat pemerintah.
Oleh sebab itu, banyak yang cenderung menyatakan tidak ada koperasi pada zaman pendudukan jepang di tanah air kita, sebab tidak berakunya sendi-sendi dasar koperasi pada kumiai yang ada yang dianggap sebaga koperasi.

11. Kemukakan beberapa hal yang penting terkait dengan perkembangan koperasi, daam periode-periode tertentu setelah kemerdekaan, sbb
a. periode 1945-1949
b. periode 1950-1959
c. periode 1959-1965
d. periode 1966-1968, termasuk mengenai KUD

Jawab :
a. pada tahun 1927 sikap pemerintah hindia belanda terhadap koperasi mulai berubah sebagai akibat protes yang dilancarkan oleh kaum etnis, yang menghendaki agar rakyat daerah jajahan juga diperhatikan nasibnya. Dengan dikeluarkannya peraturan perkoperasian ini mulai dikenal lah sendi-sendi dasar kopersi di dalam peraturan yang kemudian berlakunya kembali pada tahun 1949 setelah indonesia merdeka. Sendi-sendi dasar yang terkandung di dalam peraturan tersebut meliputi organisasi, manajemen, dan usaha termasuk peraturan kebebasan anggota keluar masuk sebagai anggota koperasi.

b. Sikap pemerintah sejak tahun 1951 dalam membina dan mendorong pertumbuhan koperasi banyak memberi bantuan. Berbagai fasilitas diberikan pemerintah untuk mengembangkan koperasi. Jika ditinjau dari sudut berlakunya sendi-sendi dasar koperasi, pada anggaran dasar berbagai koperasi mulai tercermin kembali. Hal ini adalah akibat berlakunya peraturan koperasi tahun 1949 dan hasil dari penerangan yang dilakukan pemerintah tentang koperasi. Kemudian pemerintah mengeluarkan peraturan nomor 60 tahun 1959 tentang perkembangan gerakan koperasi dan instruksi presiden nomor 2 tahun 1960 tentang badan penggerak koperasi(Bapengkop).

c. Sejak di berlakukannya UU.no. 79 tahun 1958 sampai dengan tahun 1966 mempunyai corak tersendiri.

d. Dalam periode tersebut sendi-sendi dasar koperasi yang ditentukan oleh pemerintah yang dilaksanakan dalam membina koperasi beda dengan yang dikehendaki gerakan koperasi. Perbbedaan tersebut terutama terletak pada sikap pemerintah yang turut campur tangan jauh, dalam tubuh koperasi. Hal tersebut dirasakan oleh gerakan koperasi sebagai hambatan terutama dari segi manajemen.kebebasan koperasi untuk bertindak dan mengambil keputusan secara demokratis mulai mengendor sebab koperasi banyak menerima bantuan personil pemerintah yang langsung terjun dalam pengelolaan koperasi yang mengakibatkan aptisme dikalangan koperasi.

e. Dengan adanya UU no.12 tahun 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian maka terbentuklah sendi-sendi dasar perkoperasian secara lengkap. Pertumbuhan koperasi selanjutnya dipengaruhi oleh tiga masaah besar yaitu krisis kebijaksanaan perkoperasian,krisis kepemimpinan koperasi, dan krisis kepercayaan terhadap koperasi. Pada krisis kebijaksanaan perekonomian termasuk di dalamnya hilangnya sendi sendi dasar koperasi mengakibatkan timbulnya berbagai pandangan masyarakat bagaimana sebaiknya mengembangkan koperasi di indonesia. Untuk memperoleh dan untuk meningkatkan pengetahetahuan serta keterampilan pimpinan koperasi, pemerintah menggalakkan pengadaan penerangan, penyuluhan dan pendidikan koperasi. Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi ditempuh dengan melaksanakan sendi-sendi dasar kopersi secara konsekuen dalam pengembangan koperasi. Untuk memperkuat kedudukan koperasi sebagai perusahaan, khususnya koperasi didaerah pedesaan, perlu di kembangkan KUD. Daerah kerja KUD meliputi derah kerja organisasi dan daerah kerja ekonomi.

Di dalam inpres no.4 tahun 1973 ditentukan bahwa kegiatan dalam wilayah unit desa yang dapat dilakukan oleh KUD adala sbb :
a. Penyaluran sarana produksi untuk kepentingan para petani di dalam meningkatkan produksi.
b. Mengolah dan memasarkan hasil usaha para petani

referensi : makalah tugas kuliah

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2012 by : SAD_118- AGRIMANIAX.BLOGSPOT.COM
Template by : kendhin x-template.blogspot.com